Tampilkan postingan dengan label Minyak Urapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minyak Urapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 16, 2010

ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI MENGEMBALIKAN KUASA MINYAK & ANGGUR (LUKAS 10:25-37)

LUKAS 10:25-37
25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Orang Samaria dalam sejarah umat Yahudi adalah orang yang dianggap kafir dan dekat dengan peribadatan terhadap ilah yang asing. Namun demikian, Tuhan Yesus menjelaskan suatu keadaan dimana Kuasa Minyak Urapan (Zaitun yang disucikan) dan Anggur (Perjamuan Kudus, Darah Yesus) akan dikembalikan oleh seorang Samaria yang murah hati dalam artian seorang kafir yang rela berkorban, yang mempunyai Roh Martir.

Di akhir zaman ini, Kuasa Minyak dan Anggur telah dikembalikan melalui Gembala Sidang Gereja Tiberias, Pdt. DR. Yesaya Pariadji, seorang yang bukan berlatar belakang Kristen namun dipilih karena dari remaja mempunyai nazar untuk hidup berkorban bagi sesama dan diberi predikat seorang Martir dari Tuhan Yesus. Beliau sewaktu remaja pernah berkata ingin bertemu dengan orang yang korbannya lebih dari ia lakukan, dan akhirnya Beliau bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan Tubuh dan Darah-Nya, menjadi Juruselamat bagi umat manusia.

Kesaksian Pdt. Yesaya Pariadji:
"Pada mulanya, pada tahun 1985, saya berjumpa dengan Tuhan Yesus yang berkata: “Pariadji, dulu kamu mempunyai nazar apa dalam hidupmu? Hari ini kamu penuhi nazarmu, ingin berjumpa dengan orang yang berkorban lebih dari kamu. Dimana Tuhan Yesus menyatakan, “Akulah Yesus Kristus, Tuhan Allahmu yang Empunya Kerajaan Sorga.” Karena pada saat itu saya mencium kaki Tuhan Yesus dan berdoa: “Angkat mereka dari api neraka, saya turun ke neraka untuk menggantikan mereka.”

Senin, Maret 30, 2009

BEBAS DEPRESI DI GEREJA TIBERIAS

By: Evander Tjendra Darma
Gw mau kesaksian juga neh tentang bagaimana gw bisa ada di Gereja Tiberias dan melayani. Ini semua karena kasih karunia banget: gw ditempatkan TUHAN YESUS di gereja yang luar biasa. Yang masuk ke Gereja Tiberias pertama kali adalah Nyokap. Nyokap gw masuk Gereja Tiberias waktu gw masih SMP, waktu itu gw masih belum Kristen and waktu gw tau Nyokap gw sudah Kristen dan dibaptis selam di Gereja Tiberias, gw marah banget soalnya waktu itu nyokap bilang, “nanti kalo nenek kamu udah sembuh, kita balik lagi gereja bareng”. Tapi akhirnya janji itu gak pernah ditepati. Waktu itu gw sebel banget dan akhirnya menentang dan mem-blacklist Gereja Tiberias. Kejenuhan gw terus berlanjut dan akhirnya memuncak saat terjadi konflik di dalam gereja. Gw merasa makin tertekan dan tidak damai sejahtera, akhirnya gw berpikir untuk pindah gereja karena satu-satunya cara mungkin cuma itu. Entah kenapa, yang muncul dalam benak gw pertama kali adalah nama Tiberias. Meskipun waktu gw masih berada di gereja tadi, gw udah terima Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan dari Gereja Tiberias. Dan jujur aja saat gw makan dan minum Perjamuan Kudus dari Gereja Tiberias, bener-bener permintaan gw banyak yang dikasih dan dijawab oleh TUHAN YESUS.
Hingga suatu hari (tepatnya pas SMA kelas 1 tahun 2007), gw ketemu temen dari sebuah gereja yang gak perlu gw sebut namanya. Dia ngajak gw buat ke gereja dia. Karena gw piker buat iseng-iseng doank akhirnya gw ikut aja. Gw diajarin banyak hal disitu dari apa seh yg disebut Kristen itu, kasih karunia, damai sejahtera, dan hal-hal yang gak pernah gw tau pas gw jadi belum Kristen. Akhirnya gw memutuskan menjadi Kristen, dan waktu itu juga gw gak ngerti tentang baptis hingga akhirnya gw diajarin tentang baptisan, dan akhirnya gw dibaptis selam di gereja tersebut. Tapi entah kenapa gw ngerasa gak damai sejahtera di gereja itu karena banyak aturannya, terutama aturan tentang persembahan yang gw ga ngerti, akhirnya seringkali gw ngasih persembahan dengan terpaksa. Dan 1 lagi keanehannya, akte baptis gw ga dikasih-kasih dan ini yg membuat gw merasa baptisan gw gak sah. Jujur aja waktu itu gw masih ga ngerti apa seh kasih karunia itu, gw masih berpikir bahwa TUHAN menghukum anakNYA kalo anakNYA buat salah karena khotbah yang gw denger mengatakan begitu. Disana juga ada komsel, tapi gw harus datang setiap minggu, dan komselnya itu hari kamis dan wajib datang tiap kamis, gw juga harus datang doa bersama setiap hari sabtu yang akhirnya bikin gw gak bisa main sama temen-temen sekolah. Gw juga ditolak pelayanan di gereja itu. Bener-bener gw ga mengalami yang namanya sukacita dan gw ngerasa jenuh banget, bahkan mungkin bisa dibilang gw mengalami depresi. Awalnya gw ragu-ragu jadi pindah pindah gereja apa tidak, tapi akhirnya dengan keputusan bulat gw pindah ke Gereja Tiberias. Gw ngerasa sukacita banget dan akhirnya pada bulan Desember gw memberi diri untuk dibaptis selam di Gereja Tiberias oleh Pendeta Yesaya Pariadji dan gw semakin yakin bahwa itu semua tidak terlepas dari rencana TUHAN YESUS yang luar biasa.
Selanjutnya gw mendaftar untuk melayani di Tiberias Center. Tapi yang anehnya gw gak dipanggil-panggil dan waktu itu pikiran negative keluar dan berkata “Apa gw gak keterima yah?”. Ga tau kenapa gw yakin banget bahwa gw pasti diterima untuk melayani di Tiberias Center. Tiap hari saat Perjamuan Kudus, gw s'lalu minta agar gw diterima melayani di Tiberias Center. Finally mujizat terjadi!!!! 2 minggu kemudian gw diterima buat pelayanan.
Setelah itu, gw makin sering Perjamuan Kudus dan pakai Minyak Urapan, Kuasa TUHAN YESUS benar-benar gw rasakan, yang tadinya gw sering banget kena penyakit tapi karena kuasa Tubuh dan Darah Yesus dan Minyak Urapan sekarang gw udah ga kena penyakit lagi. Ada 2 hal yang sangat yakini bahwa rancangan TUHAN buat gw adalah rancangan yang paling indah bukan rancangan kecelakaan tapi rancangan damai sejahtera yang membawa kita ke masa depan yang penuh harapan, dan Perjamuan Kudus serta Minyak Urapan mempunyai kuasa yang luar biasa besar, sampai hari ini gw bisa ngerasain mujizat-NYA setiap hari dan kasih-NYA slalu menaungi gw karena gw percaya yang ada Minyak dan Anggur tidak akan dirusakkan!

biji sesawi

biji sesawi
ukuran biji sesawi dibandingkan dengan uang logam